Lompat ke konten
Home » Harga Luna Merosot Tajam Setelah Debut

Harga Luna Merosot Tajam Setelah Debut

  • oleh
LUNA

Terraform Labs pada hari Sabtu dini hari waktu setempat yang lalu meluncurkan versi terbaru dari rantai blok Terra. Rantai blok tersebut diberi nama Terra 2.0. Rantai token tersebut juga dirancang dengan token terbaru LUNA.

Harga LUNA Jatuh

Hanya berselang 12 jam setelah peluncuran tersebut, sayangnya harga LUNA mengalami kejatuhan. Mata uang kripto yang satu ini diluncurkan dengan nama berbeda di beberapa bursa, termasuk di antaranya LUNA 2. Walau masih tergolong baru, mata uang kripto yang satu ini mengalami kejatuhan harga nyaris 73% dari harga awalnya. Bahkan pada saat artikel ini ditulis, aset kripto yang satu ini diperdagangkan dengan nilai USD5,18, menurut data yang dikeluarkan oleh CoinMarketCap. Padahal sebelumnya, aset kripto yang satu ini diperdagangkan di leverl USD19,54.

Ketika diluncurkan, token LUNA dapat diakses para investor dan trader di bursa aset kripto bybit. Kemunculan aset kripto terbaru Terraform Labs tersebut hanya berselang 10 menit sejak diluncurkan secara resmi. Kemudian 50 menit berselang, Kucoin juga mengumumkan bahwa pihak mereka memungkinkan investor dan trader melakukan perdagangan aset kripto yang satu ini.

Perdagangan LUNA Saat Ini

Dengan tingkat harga mata uang kripto atau crypto price untuk aset satu ini yang jatuh, LUNA diperdagangkan di berbagai bursa mata uang kripto. Hingga kini, tercatat bursa BingX, Bitrue, OKK, MEXC, Kraken, Kucoin, dan Bybit menjadi tempat para investor dan trader dapat memperdagangkan aset kripto yang satu ini. Meski demikian, hingga kini tidak ada satu bursapun yang memungkinkan perdagangan komoditas berjangka LUNA.

Sementara itu, CEO Terra, Do Kwon, terpantau relatif hening di akun media sosial Twitter miliknya. Sang petinggi Terraform Labs tersebut hanya terpantau meneruskan kembali pengumuman dari berbagai bursa kripto terkait mulainya transaksi aset kripto yang dimaksud.

Pentingnya Kredibilitas Mata Uang Kripto

Kejatuhan LUNA memang tengah menjadi sorotan berbagai pihak. Terkait hal ini, CEO Binance, Changpeng Zhao mengatakan bahwa kredibilitas adalah hal yang paling penting jika menyangkut mata uang digital, termasuk LUNA.

Hal ini pun diamini pun berbagai kalangan. Banyak pihak beranggapan bahwa mereka masih memiliki sentimen negatif terhadap Terra 2.0. Bahkan tak sedikit pihak yang beranggapan untuk tidak akan pernah membeli koin LUNA lagi.

Sementara itu, ada pula pengguna Twitter yang berpendapat berbeda. Menurutnya, ia lebih akan bertahan di versi LUNA original. Sebagai informasi, versi koin yang satu ini dikenal dengan nama Terra Classic atau LUNA Classic. Adapun harga aset digital yang satu ini juga tercatat mengalami penurunan sekitar 29% dalam rentang waktu 24 jam terakhir hingga menyentuh angka USD 0,00009031 berdasarkan data yang dirilis oleh Coinmarket Cap. Padahal sebelumnya pada bulan lalu, mata uang kripto yang satu ini sempat meroket ke angka USD119,18. Tak lama berselang, terjadi keruntuhan pasar mata uang kripto yang kemudian berdampak pada hilangnya nilai aset kripto di dunia. LUNA sendiri bukanlah satu-satunya mata uang kripto yang terdampak peristiwa ini, tapi nyaris semua aset kripto yang tersedia saat ini juga merasakan dampak dari peristiwa besar global ini.