Lompat ke konten
Home » Regulator Sekuritas Bahama Perintahkan FTX Transfer Uang Kripto

Regulator Sekuritas Bahama Perintahkan FTX Transfer Uang Kripto

  • oleh
FTX

Komisi Sekuritas Bahama mengumumkan pada hari Kamis minggu ini bahwa phaknya memerintahkan isi dompet kripto FTX untuk ditransfer. Sementara pihak yang dilkaporkan menerima transferan tersebut adalah dompet yang dikelola oleh pihak pemerintah setempat. Menurut lembaga tersebut, transaksi tersebut diperintahkan untuk dilakukan pada hari Sabtu pekan lalu.

FTX

Kejutan di Tengah Skandal FTX

Dalam sebuah rilis kepada pihak pers, komisi tersebut mengatakan bahwa perintah tersebut diberikan di bawah otoritas saat ini. Perintah tersebut memungkinkan pihak komisi untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk melindungi klien atau dana mereka.

Dalam rilis tersebut, disampikan bahwa pihak Komisi Sekuritas Bahama dalam melaksanakan tugasnya sebagai regulator dan bertindak di bawah otoritas yang diberikan oleh Mahkamah Agung Bahama, mengambil langkah untuk memerintahkan pengiriman semua aset digital dari FTX Digital Markets Ltd. Pengiriman diperintahkan untuk dilakukan ke sebuah dompet digital yang dikendalikan oleh pihak Komisi untuk keperluan penjagaan. Dalam rilis yang sama, pihak komisi beralasan bahwa tindakan tiba-tiba tersebut diperlukan sebagai bentuk upaya untuk melindungi kepentingan para klien dan kreditor dari FDM.

Belum Jelas Alasan di Balik Pengumuman

Pengumuman dari regulator Bahama tersebut menambah pelik kondisi yang terjadi dengan FTX saat ini. Hingga kini masih belum jelas alasan pengumuman tersebut dibuat, apalagi hanya berselang 5 hari setelah perintah tersebut diberikan. Belum jelas pula perihal waktu persis terjadinya transaksi tersebut. Terkait hal ini, pihak Direktur Eksekutif Komisi Sekuritas Bahama, Christina Rolle, juga belum mau memberikan jawaban resminya.

Sementara itu, pihak FTX mengumumkan kebangkrutan perusahaan pada hari Jumat, 11 November 2022 waktu setempat. Ruwetnya dan buruknya tata kelola perusahaan ditengarai menjadi penyebab utama kebangkrutan perusahaan tersebut. Hal ini bisa dilihat dari diajukannya status bangkrut oleh beberapa perusahaan lain yang tidak termasuk ke dalam payung usaha FTX, tapi masih mendompleng dokumen yang sama. Kemudian, pada 11 November 2022 malam, menjelang pergantian hari, perusahaan tersebut melaporkan adanya upaya peretasan. Insiden tersebut menyebabkan ratusan juta dolar Amerika Serikat mata uang kripto mengalir ke luar dari dompet FTX.

Kebenaran tentang FTX Masih Menjadi Misteri

Sebagai sebuah insiden besar yang menarik perhatian para pelakuk crypto market, para penegak hukum masih berupaya mencari kebenaran di balik insiden ini. Terkait insiden ini, beberapa sumber mengatakan bahwa ada kemungkinan pihak FTX tengah berupaya untuk mengalihkan sejumlah dana menuju dompet penyimpanan dingin.

Sementara itu, rilis dari Komisi Sekuritas Bahama tersebut bisa jadi mengindkasikan adanya pertarungan yurisdiksi antara pihak pemerintah Amerika Serikat dan Bahama, tempat kantor pusat bursa mata uang kripto tersebut berada. Hal ini selaras dengan pernyataan pihak komisi asal Bahama tersebut yang mengatakan bahwa FDM bukanlah obyek yang dapt dikenakan terhadap tata laksana kebangkrutan sesuai dengan Pasal 11 Tata Cara Kebangkrutan Amerika Serikat.

Pihak FTX Digital Market dikabarkan mengajukan kebangkrutan kepada pengadilan Amerika Serikat pada 15 November 2022 sesuai pasal 15, hanya berselang beberapa hari setelah pengajuan sesuai pasal 11. Yang lebih anehnya lagi, pihak FTX Digital Markets juga mengambil langkah serupa di Distrik Selatan New York, bukannya Delaware tempat perusahaan mereka beroperasi.