Lompat ke konten
Home » Bitcoin Bergerak Stabil di Atas USD23K

Bitcoin Bergerak Stabil di Atas USD23K

  • oleh
BItcoin

Pergerakan aset kripto, Bitcoin, terpantau stabil berada di atas USD23.000 pada hari Jumat di tengah langkah para trader yang menanti keputusan Komite Pasasr Terbuka Federal pada minggu depan. Dalam pertemuan tersebut, para anggota komite akan mengambil keputusan tentang tingkat suku bungda dan kebijakan terkait yang bisa berdampak signifikan terhadap pasar mata uang kripto.

BItcoin

Pergerakan Relatif Stabil Bitcoin

Mata uang kripto dengan kapitalisasi pasar terbesar di dunia tersebut bergerak dengan relatif cukup stabil belakangan ini. Terakhir, mata uang digital tersebut diketahui menyentuh angka USD23.100 atau mengalami kenaikan 0,1% pada hari tersebut.

Nilai ini melanjutkan tren kenaikan harga Bitcoin pada awal tahun 2023. Kabar ini sebenarnya cukup bagus mengingat mata uang kripto ini masih melanjutkan tren kenaikan hingga lebih dari 40% sejak malam tahun baru. Bahkan aset berkode BTC tersebut melampaui angka USD23.000 untuk pertama kalinya sejak pertengahan tahun 2022 pada pekan lalu dan hingga kini masih bertahan di area tersebut.

Konsolidasi Harga Bitcoin

Edward Moya, analis pasar senior di bursa asing Oanda, pada hari Jumat, mengatakan bahwa Bitcoin diprediksi akan melanjutkan konsolidasi harga jelang keputusan yang akan diambil oleh Komite Pasar Terbuka Federal. Keputusan tersebut diprediksi akan berdampak cukup langsung terhadap kondisi pasar mata uang kripto, dengan risiko terjadi gejolak negatif jika pihak komite memilih untuk bertahan dengan kebijakannya saat ini.

Di saat bersamaan, kenaikan nilai Bitcoin tidak hanya terjadi dengan mata uang digital ini secara spesifik atau bahkan pasar uang kripto. Pasar keuangan tradisional juga dikabarkan mengalami tren yang sama. Hal ini dibuktikan dengan kenaikan Indeks S&P 500 yang terpantau mengalami kenaikan sebesar 0,3%.

Reli Masih Berlanjut

Menurut beberapa situs penyedia info crypto gratis, reli mata uang kripto berlanjut setelah laporan Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE) menunjukkan adanya perlambatan inflasi di akhir tahun lalu, tujuan akhir yang sudah lama ditargetkan oleh bank sentral Amerika Serikat dengan kebijakan mereka menaikkan suku bunga baru-baru ini. Perangkat CME FedWatch juga melaporkan bahwa para trader memprediksi adanya kemungkinan 99% bahwa pihak FOMC akan menaikkan tingkat suku bunga sebesar 25 poin basis pada pertemuannya di bulan Februari nanti.

Dengan kondisi pasar lebih luas yang masih melanjutkan tren reli, beberapa aset mata uang kripto populer seperti Bitcoin dan Ether masih mencatatkan kinerja positif di tahun ini. ETH misalnya dikabarkan mengalami kenaikan harga sebesar 32%. Sebaliknya, jika dibandingkan dengan pasar keuangan konvensional, kenaikan juga terpantau terjadi di indeks S&P 500 yang mengalami kenaikan sebesar 6% dan Indeks Gabungan Nasdaq yang mengalami kenaikan 10%.

John Kruger, strategis pasar di bursa kripto LMAX Digital, mengutarkan bahwa dari sudut pandang teknis, harga BItcoin saat ini menunjukkan kondisi pembelian berlebih. Menurutnya, kondisi ini dengan jeals ditunjukkan oleh indeks kekuatan relatif harian (RSI) yang mengukur kekuatan pergerakan harga baru-baru ini. Sementara itu, data yang kami peroleh dari TradingView menunjukkan indikator RSI berada di level 81.9 pada hari Jumat. Berdasarkan patokan yang ada, jika RSI berada di atas angka 70, indikator tersebut menandakan kondisi pembelian berlebih atas suatu mata uang digital.